Selasa, 11 November 2014

hii, ini adalah Tugas akhir blok penulisan ilmiah
semoga berguna, terimakasih





Psikologi Sosial: Memahami Perilaku Agresif

Latar Belakang
     Perilaku agresif merupakan salah satu tindakan yang merupakan anti-sosial. Perilaku agresif juga merupakan salah satu perilaku yang perlu diperbaiki untuk dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitar atau dengan dunia diluar lingkup kehidupan kita. Bahaya perilaku agresif terhadap pelaku adalah orang lain akan menjauhi pelaku yang hanya akan menyakiti orang lain. Hal itu dapat berdampak negatif terhadap penyesuaian diri dengan lingkungan sekitar.

Definisi perilaku  agresif
  Menurut Baron (dikutip dalam Kulsum dan Jauhar, 2014) menyatakan bahwa, “agresif adalah tingkah laku yang dijalankan oleh individu dengan tujuan melukai atau mencelakakan individu lain (h. 241).”
  Sedangkan menurut Buss (dikutip dalam Krahe, 2001) mengemukakan bahwa, “sebuah respons yang mengantarkan stimuli ‘beracun’ kepada makhluk hidup lain (h. 15)”.
 
     Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kecenderungan perilaku agresif adalah adanya keinginan untuk melakukan perilaku negatif, kekerasan yang berguna untuk menyakiti orang lain atau merusak suatu benda yang dilakukan secara fisik maupun verbal.

Penyebab Agresi pada Manusia
     Sosial. Terhambatnya atau tercegahnya upaya mencapai tujuan menjadi salah satu penyebab adanya tindakan agresi sehingga seseorang merasa frustasi dengan mengambil tindakan-tindakan agresi dengan cara menyerang orang lain.
     Personal. Pola tingkah laku berdasarkan kepribadian menjadi salah satu penyebab suatu tindakan agresi.
    Kebudayaan. Lingkungan dapat berperan dalam tindakan agresi, sehingga nilai dan norma yang mendasari sikap dan tingkah laku masyarakat dapat berpengaruh terhadap agretivitas suatu individu atau kelompok.

Jenis-jenis Agresi
     Menurut Myers yang dikutip dalam Kulsum dan Jauhar (2014, h. 252) mengatakan bahwa secara umum agresi memiliki dua jenis, yaitu: (a) agresi rasa benci atau agresi emosi,  dan (b) agresi sebagai sarana untuk mencapai tujuan lain.

Tipe-tipe agresi
     Menurut Moyer yang dikutip dalam Kulsum dan Jauhar (2014, h. 248) pengantar psikologi sosial terdiri dari beberapa tipe-tipe agresi, yaitu :
     Agresi predatori. Dibangkitkan oleh kehadiran objek alamiah (mangsa).
     Agresi antar jantan. Agresi yang secara tipikal dibangkitkan oleh kehadiran sesama jantan pada suatu spesies.
     Agresi ketakutan. Agresi yang dibangkitkan oleh tertutupya kesempatan untuk menghindari diri dari ancaman.
     Agresi tersinggung. Agresi yang dibangkitkan oleh perasaan tersinggung atau kemarahan.
     Agresi pertahanan. Agresi yang dilakukan oleh organisme dalam rangka mempertahankan daerah kekuasaanya dari ancaman atau gangguan spesiesnya sendiri.
     Agresi material. Agresi yang spesifik pada spesies atau organisme betina (induk) yang dilakukan dalam upaya melindungi anak-anaknya dari berbagai ancaman. dan
     Agresi instrumental. Agresi yang dipelajari, diperkuat (reinforced) dan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu.

Bentuk-bentuk Agresi
   Menurut Morgan et al. yang dikutip dalam Kulsum dan Jauhar (2014, h. 249) bentuk-bentuk agresi, yaitu:
    Fisik, aktif, langsung. Memiliki sikap menikam, memukul, atau menembak orang lain.
    Fisik, aktif, tidak langsung. Memiliki sikap membuat perangkat untuk orang lain, menyewa seorang pembunuh untuk membunuh.
    Fisik, pasif, langsung. Secara fisik, mencegah orang lain memperoleh tujuan yang diinginkan atau memunculkan tindakan yang diinginkan.
   Fisik, pasif, tidak langsung. Menolak melakukan tugas-tugas yang seharusnya.
   Verbal, aktif, langsung. Menghina orang lain.
    Verbal, aktif, tidak langsung. Menyebarkan gosip atau rumor yang jahat tentang orang lain.
   Verbal, pasif, langsung. Menolak berbicara dengan orang lain, menolak menjawab pertanyaan. dan
    Verbal, pasif, tidak langsung. Tidak mau membuat komentar verbal.

Teori-teori Agresi
    Menurut Hudaniah (2003, h. 196) terdapat tiga teori tentang agresi yang dianggap cukup berpengaruh, yaitu: (a) teori instink, (b) teori frustasi-agresi, dan (c) teori belajar sosial.

Sumber perilaku agresi
     Terdapat sumber-sumber yang dapat membangkitkan amarah dalam diri seorang yang berperilaku agresif yang jika ketenangan dalam dirinya sudah terusik atau terganggu yaitu: (a) serangan, adalah gangguan yang dilakukan oleh orang lain; (b) frustasi, adalah gangguan atau kegagalan dalam mencapai tujuan; dan (c) peran atribusi, suatu kejadian akan menimbulkan amarah dan perilaku agresif bila sang korban mengamati serangan atau frustasi itu dimaksudkan sebagai tindakan yang menimbulkan bahaya (Sears et al., 1994).

Cara Mengatasi Agresi
    Menurut Sarwono dan Meinarno (2009) terdapat beberapa cara mengatasi agresi, yaitu:
    Pengamatan tingkah laku. Kelemahan seseorang dilihat dari tingkat agretivitas melalui teknologi atau media massa yang ada.
    Hukuman. Agretivitas yang dilakukan oleh individu hingga yang dilakukan oleh institusi atau bahkan Negara dalam melakukan suatu tindakan agresi yang dapat mengakibatkan seseorang menjalani suatu hukuman.
    Katarsis. Umumnya katarsis adalah kegiatan fisik yang menguras tenaga sehingga seseorang perlu mereduksi dorongan agresinya.
   Kognitif. Kondisi seseorang yang bertindak agresi, harus memilih adanya sikap saling memaafkan.

Dampak Agresi
    Menurut Kulsum dan Jauhar (2014, h. 250) menyatakan bahwa agresi yang dilakukan berturut-turut dalam jangka lama, dapat mempunyai dampak pada perkembangan kepribadian dan agresi dapat berlanjut dari satu generasi ke generasi lainnya.

Kesimpulan
  
    Perilaku agresif merupakan suatu perilaku negatif yang dilakukan oleh individu dengan bertujuan untuk melukai atau mencelakakan orang lain dan biasanya timbul karena adanya pengalaman atau rangsangan situasi tertentu. Sehingga secara umum, perilaku agresi adalah tanggapan yang mampu memberikan dampak merugikan atau merusak terhadap organisme lain.
    Alasan saya memilh topik ini karena ingin membantu teman-teman sekitar yang kurang mengerti mengenai perilaku agresif, baik pengertian maupun dampak dan cara penanganan dari perilaku agresif tersebut.

















Daftar Pustaka

Kulsum, U., & Jauhan, M. (2014). Pengantar psikologi sosial. Jakarta: Prestasi Pustakaraya.
Krahe, B. (2001). Perilaku agresif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sasrwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2009). Psikologi sosial. Jakarta: Salemba Humanika.
Sears, D. O., Freedman, J. L., & Peplau, L. A. (1985). Psikologi Sosial. Jakarta: Erlangga.
Hudaniah, T. D. (2003). Psikologi sosial. Malang: UMM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar